Cukup sudah berisik televisi hari ini

Cukup Sudah Berisik Televisi Hari Ini

Kupuncaki Eiffel, kugambar Paris di benakku
tapi mengapa hanya ada cuka?
kuminta seporsi pizza, kejunya yang tua
lalu ada bakar belalang dalam cobek tembikar
mataku tertumbuk pada rumah dinding papan
hanya ada Dr Zhivago, dan seribu Kunang-Kunang di Manhattan
yang kulahap tiap malam
lalu kudatangi Patung Liberty
tak ada yang kujumpai di sini
hanya meteor mati
angin tak berselera
sedang manusia, betapa rendah di sana!
kulihat botol bir, juga cognag dan vodka
jadi pendiangan bagi boneka yang
bergerak cepat tiap pagi tiba
sesaki jalan raya
muntahkan sumpah serapah, ludah di
wajah-wajah
sebelum sore menenangkannya
untuk berpesta kembali dalam malam buta
Tuhan! terbangkan aku ke Sahara
atau Gobi, atau Kalahari
kuingin jadi pasir dalam angin mendesir
kuingin jadi umbi yang ditunasi hujan sehari
Tuhan! taruh aku di Himalaya
cukup putihnya, dinginkan aku di sana
jangan lagi kutemui musik yang putar kota
tetesi jazz-ku dengan cuka atau air jeruk muda
Tuhan, benamkan aku di bawah serpihan tembok Berlin itu
dan butakan mataku dari tirai besi pada
sajak-sajak tengah hari
kuingin bersemedi
cukup sudah berisik televisi hari ini

Sby, 310100 (20.00)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: