KW

Sering kita mendengar kata “KW”. Kata yang dibaca “kawe” ini lebih dulu terkenal dibanding kata-kata Alay, dan masih bertahan hingga sekarang.

Bagi Anda yang nggak ketulungan kupernya (hehehe, sori), biar saya jelaskan sedikit apa itu KW. KW adalah singkatan dari kualitas. KW dipakai untuk menunjukkan sesuatu yang “tidak asli” atau “tiruan” atau “memiliki mutu yang lebih rendah dari yang seharusnya”.

Di antara miliaran kata di dunia, saya tidak tahu mengapa KW yang dipilih untuk memnggambarkan hal-hal di atas. Dugaan saya, kata ini diadopsi dari industri keramik. Hah? Jauh amir?

Coba saja Anda ingat-ingat. Kalau kita membeli CD, biasanya ditanya, “Mau yang ori?” Demikian pula kalau kita membeli baterai untuk ponsel atau ganti spare part sepeda motor. Pegawai toko atau bengkel biasanya akan tanya, “Yang ori atau…?”

Artinya, untuk banyak ragam produk, tersedia produk orisinal dan produk tembakan atau palsu atau kualitas lebih rendah. Namun untuk keramik, tidak ada yang ori. Semuanya KW. Kalau kita membeli keramik, biasanya penjaga toko akan langsung bertanya, “Cari yang KW berapa, Pak?” Biasanya juga, dia kemudian akan menunjukkan keramik-keramik KW1, KW2, KW3, bahkan KW4. Semakin kecil angka KW-nya, tentu kualitasnya makin bagus: makin mengkilap, sudutnya hampir pasti 90 derajat, dan datar.

Kini, KW banyak dipakai untuk menunjukkan hal yang palsu dan atau kurang bermutu. Ponselnya sering ngadat dan baterai soak, berarti ponsel KW.  Ijazahnya didapat dengan cara membeli, bukan kuliah, ijazah KW. Kalau pemimpinnya tidak bertanggung jawab, berarti pemimpin KW.

Lantas, sampai kapan kata KW akan bertahan dalam kosa kata lisan kita? Sepertinya, menurut saya, KW akan bertahan sesuai dengan fungsi yang dijalankannya. Selama masih banyak hal yang KW di negara atau masyarakat kita, maka selama itu pula KW akan terus dipakai…. (*)

2 comments
  1. arif said:

    Emang beli CD dimana Di, kok pakai ditanya ‘mau yang ori’? Kalau baterai HP sih biasanya gitu, tapi CD? Sependek yang aku tahu: yang jual CD asli (disctara, dll) gak jualan CD bajakan, dan sebaliknya. Gak tau sih kalau di Cakarang. Btw, nice blog. Aku sudah sejak 2006 gak ngeblog, pindak ke tumbler, lebih bagus, lebih interaktif, bisa reblog, dll. Seperti FB khusus blogger.

    • Di tempat penjualan sistem “curah” Mas. Ini juga ada fasilitas reblog kok Mas, cuman belum kupelajari semua fasilitasnya. Thx sudah berkunjung.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: