ODE TO SEASON

Pada batu, kutulis sajak-sajak beku

pada manusia yang disalibkan

tetesan darahnya menuju ke batas:

lengkung cakrawala

batas perahu dan pulau yang ditujunya

Pada batu, kukernyitkan dahi

ingin tahu, ingin tahu

adakah puisi, atau kitab masa dulu?

Pada batu, kutulis pesan di situ

dengan air dari danau keringatku

ada warna, ada darah

ada bau, ada mesiu

ada cakrawala, ada remang senja tiba-tiba

Pada waktu, ingin kupatahkan jarum jam itu

karena buku tak hendak kututupkan

saat rinai hujan begini menggairahkan

Surabaya, 13 Oktober 2000

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: