Subuh Buruh

Teramat pagi
Salam subuh belum lagi undur diri
Kaki-kaki, berjuta jumlahnya
Berbaris rapi tepi aspal membasah

Asap bertimbal serupa Voldemort, tapi
tiga bocah manisnya tersenyum meminta: pergilah
Aspal masih diintai bulan, tapi
semua lembar buku harus ditulisi
Deras hujan tak juga usai, tapi
yang bertahan hanya Semeru dan Merapi, lainnya mati
Hati ingin puasa barang sehari, tapi
tak ada detik yang berhenti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: